Mengenal Lebih Dekat SMA Banua Kalsel

Posted by Willy Juanggo 17/09/12 10 komentar
Mungkin yang terbayang pertama kali saat berbicara tentang Kalimantan adalah sepi, hutan, orang utan dan tentunya kondisi yang tidak semeriah dan sepadat Pulau Jawa. Itu juga yang pertama kali saya fikirkan ketika mendapat tugas untuk mengajar di pulau ini. Kekhawatiran dan ketakutan sempat membayangi, apalagi saat pertama kali menginjakkan kaki di pulau yang luasnya tiga kali pulau jawa itu.

Namun, lambat laun saya mulai menikmati kehidupan saya di Kalimanan. Meski saya di sini tidak untuk waktu yang lama, akan tetapi saya mulai betah dan kerasan melalui hari-hari saya sebagai pengajar di salah satu sekolah di daerah Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Saya mengajar di sekolah baru di daerah Gambut, wilayah antara kota Banjarmasin dan Banjar Baru. Lebih tepatnya di Jalan Ahmad Yani Km.17, Gambut. Sekolah baru itu bernama SMA Banua Bilingual Boarding School. Menurut rencana, saya akan mengajar selama 3 bulan pertama untuk kegiatan matrikulasi, dan ini sudah memasuki bulan ke dua yang artinya waktu saya di sini hanya tersisa satu bulan saja.

Selama 3 bulan pertama, sebelum kelas dimulai, para siswa diwajibkan mengikuti kegiatan matrikulasi. Dalam kegiatan tersebut, siswa hanya diajarkan 2 mata pelajaran, yakni Bahasa Turki dan Bahasa Inggris. Sebab nantinya untuk mata pelajaran yang lain akan menggunakan Bahasa Inggris sebagai pengantarnya. Selama 5 hari dalam satu minggu, para siswa memperoleh 5 jam untuk belajar Bahasa Turki dan 40 jam untuk bahasa Inggris, yang meliputi Speaking, Listening, Reading, Grammar dan Vocabulary. Mungkin ada yang bertanya kenapa siswa harus belajar Bahasa Turki. Sekilas mengenai profil SMA Banua Bilingual Boarding School Kalimantan Selatan, merupakan sekolah yang didirikan atas kerja sama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dengan Yayasan PASIAD Turki. Sekolah ini berstatus sekolah negeri, untuk operasionalnya sendiri diambilkan dari dana APBD Pemprov Kalsel. Mengenai kurikulum yang diterapkan di sekolah ini merupakan penggabungan antara KTSP dan kurikulum yang dimiliki PASIAD.



Sebelum memulai kerja sama untuk mendirikan sekolah dengan Pemprov Kalsel, yayasan PASIAD sendiri sebenarnya juga telah mengelola beberapa sekolah lain di Indonesia. Tercatat ada sekitar 8 sekolah di Indonesia yang menjadi mitra Pasiad, yakni Sekolah Fatih Bilingual Boarding School di Aceh, Kharisma Bangsa di Tangerang, Pribadi Bilingual Boarding School di Depok dan di Bandung, Semesta Bilingual Boarding School di Semarang, Sragen BBS di Sragen dan Sekolah Kesatuan Bangsa di Yogyakarta. Rata-rata sekolah mitra Pasiad adalah langganan juara untuk Olimpiade Sains nasional dan beberapa di antaranya juga sering menjuarai kompetisi internasional. Sedangkan SMA Banua ini merupakan sekolah terakhir dan baru mulai beroperasi untuk menyelenggarakan kegiatan pendidikan pada tahun 2012 ini.

Untuk kondisi fisik sekolah, jujur saya katakan mungkin ini sekolah yang memiliki area terluas yang saya kunjungi. Saya sendiri kurang tahu berapa total luas tanah untuk membangun sekolah ini. Saat pertama kali datang ke sini, beberapa gedung masih sedang dalam tahap pembangunan, bahkan jalan untuk menuju ke dalam sekolah masih becek. Pengalaman saya di sini juga memberikan sebuah pelajaran berarti akan pentingnya menghemat air, sebab saat pertama di sini pengairan belum tertata dengan baik, jadi sebuah hal yang biasa jika 2-3 hari sekali baru mandi. Bebeda saat saya di jawa yan tidak begitu peduli dengan masalah air. Namun, lambat laun pembangunan sudah mulai rampung, mulai dari ruang kelas, kantor guru dan asrama sudah bisa digunakan. Jalan untuk menghubungkan satu gedung dengan gedung yang lainnya juga sudah hampir selesai, kini tidak perlu berbecek-becek dan melepas sepatu untuk sekedar pergi dari kantor guru menuju asrama. Jalan kokoh dengan beton kualitas tinggi sudah disediakan.

Fasilitas di dalam kelas untuk belajar para siswa pun boleh saya katakan sangat memadai. Kalau saya bandingkan saat saya belajar di SMA dulu, rasanya seperti melihat bukit dari lembah, jauh sekali. Di sini, mulai dari papan tulis seperti di sekolah normal sampai dengan smart board tersedia. Meja dan kursi belajar yang berstandar internasional ditambah dengan kelas yang full AC dan dilengkapi LCD peroyektor semakin memanjakan siswa untuk belajar. Di dalam kelas juga tersedia seperangkat computer dengan spec tinggi untuk para guru yang mengajar. Berbeda dengan kelas saya saat SMA dulu, jangankan AC, kipas angin saja tidak tersedia. LCD proyektor hanya ada 1 buah untuk satu sekolahan, hehehe.

Karena ini merupakan tahun pertama SMA Banua BBS menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar, jadi segalanya masih perlu lebih disiapkan. Termasuk fasilitas yang menunjang lainnya, seperti fasilitas olah raga dan kesehatan. Menurut info yang saya dapatkan, sekolah ini nantinya diharapkan menjadi role model dan yang terbaik serta menjadi kiblat pendidikan khususnya di wilayah Kalimantan Selatan. Siswa yang bisa belajar di sekolah ini pun merupakan siswa pilihan hasil seleksi yang dilakukan pihak sekolah, pemprov yang dibantu oleh Korem. Tercatat saat ini ada 56 Siswa, yag terdiri dari 34 siswa putra da 22 siswa putri. Mereka adalah siswa-siswa pilihan yang telah lulus melalui beberapa tahapan tes, seperti tes akademis, psikologi dan kesehatan. Selain itu ada tes baris-berbaris semi militer yang dibantu oleh Korem, saya mendapatkan informasi dari beberapa orang siswa yang mengatakan kalau sebelum masuk ke sini mereka harus melewati tes fisik yang lumayan berat seperti push up, sit up dan sebagainya.

Seperti yang telah saya katakan sebelumnya, jika sekolah ini merupakan penggabungan antara kurikulum KTSP dengan kurikulum PASIAD, maka tenaga pengajar di SMA Banua berasal dari dua kubu, yakni guru-guru PNS Pemprov yang semuanya berlatar belakang pendidikan S2 dan guru-guru dari PASIAD Turki. Kalau saya sendiri, statusnya tidak jelas, saya bukan guru PNS dan bukan guru dari Pasiad juga, cuma ketiban rejeki bisa mencari pengalaman di sini, hehehe. Untuk guru dari Pasiad sebagian merupakan tenaga pengajar berpengalaman yang diimpor dari Turki. Rata-rata mereka mengajar untuk mata pelajaran sains, seperti fisika, kimia dan biologi. Karena ini merupakan sekolah boarding maka setiap siswa diwajibkan untuk tinggal di asrama. Untuk pulang ke rumah, saat ini diizinkan selama dua minggu sekali, namun menurut kabar terbaru, setelah kegiatan matrikulasi ini nantinya setiap siswa diizinkan pulang selama tiga bulan sekali.

Waktu belajar untuk para siswa di sini selama satu minggu antara hari Senin sampai Jum’at, antara pukul 07.30 sampai dengan 15.30, selain itu siswa juga diwajibkan mengikuti kegiatan belajar mandiri setiap pagi, 1 jam sebelum pelajaran dimulai dan 2 jam saat malam hari yang bernama “ETUT”. Untuk etut ini merupakan tanggung jawab Pembina asrama, jadi yang bertindak sebagai pengawas adalah Pembina dan pengasuh asrama. Untuk masalah asramanya sendiri, saat ini baru tersedia dua gedung berlantai dua, 1 untuk putra dan 1 untuk putri. Setiap asrama terdiri dari 16 kamar, dan 1 kamar dihuni oleh 4 orag siswa. Termasuk saya sendiri, selama saya mengajar di sekolah ini saya mendapat fasilitas tinggal di asrama. Kamar asramanya pun lumayan mewah, jauh sekali dengan kamar kos saya di Solo. Ukuran kamarnya sekitar 5x5 meter, dengan fasilitas AC, tempat tidur, lemari dan 2 buah kamar madi dalam lengkap dengan wastafel dan showernya. Masing-masing asrama tersedia 2 buah TV plasma ukuran 29 inchi yang bisa digunakan setiap akhir pekan.

Dengan fasilitas yang semewah ini tentunya ekspektasi akan lahirnya sang penemu dan juara baru sangatlah besar. Tidak sedikit dana yang dikucurkan oleh Pemerintah provinsi utnuk membiayai. Bahkan, untuk angkatan pertama ini selama 3 tahun, siswa tidak dipungut biaya sepeserpun. Semua fasilitas yang mereka dapatkan di sini semua serba Cuma-Cuma, termasuk fasilitas katering dan laundry untuk keperluan makan dan pakaian. Nah, selanjutnya ini merupakan PR bersama semua pihak, baik tenaga pengajar, orang tua, pengasuh asrama dan pemerintah untuk mewujudkan impian sesuai dengan tujuan didirikannya SMA Banua Bilingual Boarding School ini. Semoga nantinya sekolah ini mampu mencetak generasi terbaik yang memiliki kemampuan akademis dan intelejensi yang tinggi serta tentunya menjadi generasi yang berakhlak mulia.

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Mengenal Lebih Dekat SMA Banua Kalsel
Ditulis oleh Willy Juanggo
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://wierfy.blogspot.com/2012/09/mengenal-lebih-dekat-sma-banua-kalsel.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

10 komentar:

agnazgeograph mengatakan...

ass. salam knal
SMA yang bagus,,blog nya keren jga sya juga guru di SMA Global Islamic Boarding School Barito Kuala,,silahkan mampir di blog sya https://agnazgeograph.wordpress.com tuk sharing informasi,,trima kasih

audiazani mengatakan...

Wah, makasih atas infonya ya pak. Saya adalah murid SMA Pribadi Bandung. Saya juga dari Kalsel tapi ga sempat sekolah di sini, hehe.

blog saya: randomanization.blogspot.com

habibahsalma mengatakan...

akhirnya ada PASIAD d.Kalimantan .. Saya siswi SMA Kesatuan Bangsa BBS Yogyakarta. Ho$geldiniz SMA Banua BBS

rajha mengatakan...

ASslamualaikum....
Saya mau bertanya apakah tenaga pengajar disana diharuskan lulusan S2 saja? dan masih ada lowongan guru pengajar gak?

Front Budaya Godong Kelor mengatakan...

A.W.W.

masih serupa dgn pertanyaan saudara rajha, seluruh tenaga pengajar apakah memang lulusan S2.
Saya dari lulusan S1 Pendidikan Seni Tari STKIP PGRI Bjm yg berkompeten di bidang seni daerah Kalsel. Apakah ada peluang untukk mengajar disana. mohon pencerahannya....

Anonim mengatakan...

mksih info nya pa
insyaallah saya akan daftarkan diri ke sma banua kalsel

Arsyil Statistikawan mengatakan...

mas willy luar biasa..

Anonim mengatakan...

Mas, apakah syarat tinggi badan itu mutlak, juga bahasa inggris apakah pd awal tes memang sudah harus menguasai

Anonim mengatakan...

Mohon infonya apakah sdh ada utk TK dan SD nya spt yg di sklh Pribadi Bandung? Saya berencana pindah ke Banjarbaru dan ingin menyekolahkan anak saya ke sklh yg spt Pribadi(suami sy berasal dari Turki jg)

Nanda Radiyaokta mengatakan...

Pak, pendaftaran buat tahun ini kapan ya??

Poskan Komentar

Jangan lupa tinggalkan komentar ya!!!

Modified by Willy Juanggo

Recent Posts

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Follower